Archive for Agustus 2018


Awalnya semua berjalan dengan normal, bahkan sangat-sangat seperti biasanya, datang bekerja dan bekerja. Tapi suatu ketika kita bertemu di kegiatan yang cukup menghebohkan dunia (lebay) yang mungkin orang berpikir takan mampu mengatasinya.
Sebagian orang berpikir "itu mah biasa aja keless", sebagiannya bilang "luar biasa juga sech"..

Tanpa sadar kami mengerjakannya dengna santai, bahkan tergolong sangat santai, no beban, no tanggungjawab, yang penting benar-benar rileks...

(kembali kecerita sebelumnya dulu)..
Ngomong-ngomong kita kapan kenalan ea..?
Mengapa kita sedekat ini..?

Buat ku sech, jujur saja, aku mah belum pernah kenalan dengan mereka, hanya karna sering bertemu, makanya tau nama mereka..


(kembali ke cerita yang sebenarnya)
Seiring berjalannya waktu, kita benar-benar saling kenal satu sama lain, saling bercanda gurau, bercerita tentang pengalaman, berbagi ilmu dalam sebuah kegiatan yang menghebohkan satu RT itu.

Semuanya berjalan normal, ada senyum, ada canda, ada segalanyalah..
Tak jauh berbeda dengan cerita/ drama dalam sinetron masa kini, dengan begitu eratnya pertemanan pasti akan ada yang saling lope-lope..
Begitu juga dengan cerita kami, ada wanita yang menjadi Pujaan hati beberapa brother (kecuali aku), yang menjadi tumpuan semangat mereka untuk terus berjuang sampai titik darah terakhir (macam betul saja).
Kami mulai bekerja dengan dasar tak ada apa-apanya, bahkan pengetahuan tentang pekerjaan tersebut sangat-sangat minim sekali..
Beruntung kami punya tutor sekaligus sebagai pengendali dalam kegiatan ini yang mau rela membagikan ilmunya dengan kami secara cuma-cuma, tanpa membedakan satu sama lain..
disitulah petualangan dimulai...
Kami mulai mengotak-atik semua peralatan yang akan kami gunakan, mulai dari membongkar, memasang kembali, membongkar lagi memasang kembali, seperti itu lah (kayak gk ada kerjaan aja ea)..
Mendengar bunyi perlatan yang kami bongkar seolah sesuatu yang sangat kami rindukan, kami ibarat dokter yang sedang memeriksa pasien, bahkan kami tidak tau yang mana obat yang jitu bagi pasien tersebut. paling kami hanya bilang ini yang rusak, ini yang parah, ini itu dan sebagainya (masih awal)
Selang beberapa waktu kami mulai mendapat ilmu dengan benar-benar belajar (pake hati)
Kami kembali dengan berbagai ilmu yang mungkin disekolah kami tidak mendapatkannya, di sini ditempat ini kami mendapat semuanya dengan gratis..
Satu persatu masalah kami atasi dengan benar, sedikit-demi sedikit masalah menjadi sebuah solusi, pekerjaan sedikit demi sekit mulai beres, semuanya kami sikat dengan santai rileks dan penuh canda..



Posted by : Robin Daeli 0 Comments
►

- Copyright © Mathaladju Ono Niha - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -